27 Agustus 2009

kedahsyatan sedekah



Sumber: Ady.SUPRATIKTO@total.com

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Saudaraku....,

Dimanakah letak kedahsyatan hamba-hamba Alloh yang bersedekah?

Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :

Tatkala Alloh SWT menciptakan Bumi, maka Bumi pun bergetar.

Lalu Alloh pun menciptkana Gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata Bumi pun terdiam.

Para Malaikat kemudian bertanya kepada Alloh:

"Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada Gunung?

" Alloh menjawab, "Ada, yaitu Besi"

(Kita mafhum bahwa Gunung Batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh Buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari Besi).

Para Malaikat pun kembali bertanya,

"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada Besi?"

Alloh yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu Api"

(Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara Api).

Bertanya kembali para Malaikat,

"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada Api?"

Alloh yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu Air"

(Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh Air).

"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari Air?"

Kembali bertanya para Malaikat.

Alloh yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin"

(Air di Samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).

Akhirnya para Malaikat pun bertanya lagi, "Ya Alloh adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?"

Alloh yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."

(Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Inilah gambaran yang Alloh berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas.

Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya.

Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan.

Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.

Karenanya, tidak usah heran, seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan.

Saudaraku........,

Apalagi kedahsyatan seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas?

Ada suatu kisah sebagai berikut:

Pada suatu hari datang kepada seorang ulama dua orang akhwat yang mengaku baru kembali dari kampung halamannya.

Keduanya kemudian bercerita mengenai sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung dengan naik bis antar kota beberapa hari sebelumnya.

Di tengah perjalanan bis yang ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya.

Seluruh penumpang mengalami luka berat.

Bahkan para penumpang yang duduk di kursi-kursi di dekatnya meninggal seketika dengan bersimbah darah.

Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua orang yang selamat, bahkan tidak terluka sedikit pun.

Mereka itu, ya kedua akhwat itulah.

Keduanya mengisahkan kejadian tersebut dengan menangis tersedu-sedu penuh syukur.

Mengapa mereka ditakdirkan Alloh selamat tidak kurang suatu apa?

Menurut pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya ketika itu, yakni ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama dalam perjalanan selalu melafazkan zikir.

Kemudian ada cerita lagi:

Ada suatu keluarga yang ketika itu mempunyai anak laki-laki yang sudah berumur 2,5 tahun yang belum bisa berbicara.

Anak tersebut saat itu sudah berjalan 5 bulan dalam perawatan terapi wicara disuatu rumah sakit yang ditangani oleh ahlinya.

Ketika terjadi gempa di DIY, orang tuanya sesuai dengan kemampuannya selalu tergerak hatinya untuk bersedekah yaitu membantu korban bencana.

Saat itu keluarga tersebut berd'oa kepada Alloh:

Ya Alloh, kami ingin mengajak keluarga kami untuk bersedekah membantu korban bencana DIY sesuai dengan kemampuan keluarga kami, untuk itu mudahkanlah anak kami yang sudah 2,5 tahun bisa berbicara.

Kemudian keluarga tersebut tinggal bersama pengungsi dan membantu korban bencana (pengungsi) serta tidak lupa meminta dido'akan para pengungsi tersebut agar anaknya yang berumur 2.5 tahun dapat berbicara.

Selama 1 pekan keluarga tersebut tinggal bersama pengungsi dan kemudian kembali ke asalnya.

Tiba-tiba, satu hari setelah kembali di rumah tempat tinggalnya, anak yang berumur 2.5 tahun tersebut memanggil orang tua, abi... dan umi.... kemudian dilanjutkan dengan kata-kata lainnya.

Masya Alloh, mendengar anaknya bisa berbicara, orang tuanya langsung sujud syukur kepada Alloh.

Esoknya anak tersebut diantar ke rumah sakit untuk perawatan terapi wicara, dan guru, dokter yang menangani serta pihak rumah sakit memanggil orang tuanya dan menyarankan bahwa terapi wicara sudah tidak perlu dilanjukan, karena anak tersebut sudah bisa berbicara.

Subhanalloh.

Saudaraku.....,

Tidaklah kita ragukan lagi, bahwa inilah sebagian dari fadhilah (keutamaan) bersedekah.

Alloh pasti menurunkan balasannya disaat-saat sangat dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka.

Alloh Azza wa Jalla adalah Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya.

Bahkan kepada kita yang pada hampir setiap desah nafas selalu membangkang terhadap perintah-Nya pada hampir setiap gerak-gerik kita tercermin amalan yang dilarang-Nya, tapi Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yang tiada terkira.

Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, semuanya akan terpulang kepada kita.

Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang kini ada dalam genggaman kita dan kerapkali membuat kita lalai dan alpa.

Demi Alloh, semua ini datangnya dari Alloh yang Maha Pemberi Rizki dan Mahakaya.

Dititipkan-Nya kepada kita tiada lain supaya kita bisa beramal dan bersedekah dengan sepenuh ke-ikhlas-an semata-mata karena Alloh.

Kemudian pastilah kita akan mendapatkan balasan pahala dari pada-Nya, baik ketika di dunia ini maupun saat menghadap-Nya kelak. Dari pengalaman kongkrit kedua akhwat, keluarga anak 2.5 tahun yang tidak bisa bicara ataupun kutipan hadits seperti diuraikan di atas, dengan penuh kayakinan kita dapat menangkap bukti yang dijanjikan Alloh SWT dan Rasul-Nya.

Bahwa sekecil apapun harta yang disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya.

Inilah barangkali kenapa Rasulullah menyerukan kepada para sahabatnya yang tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk, agar mengeluarkan infaq dan sedekah.

Apalagi pada saat itu Alloh menurunkan ayat tentang sedekah kepada Rasulullah SAW, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan

(ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui," demikian firman-Nya (QS. Al-Baqarah [2] : 261).

Seruan Rasulullah itu disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata, "Ya, Rasulullah.

Harta milikku hanya delapan ribu dirham.

Empat ribu dirham aku tahan untuk diri dan keluargaku, sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di jalan Alloh."

"Allah memberkahi apa yang engkau tahan dan apa yang engkau berikan," jawab Rasulullah.

Kemudian datang sahabat lainnya, Usman bin Affan.

"Ya, Rasulullah.

Saya akan melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya," ujarnya.

Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki empat dirham.

Ia pun segera menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.

Mengapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan Rasulullah tersebut?

Ini tiada lain karena yakin akan balasan yang berlipat ganda sebagaimana telah dijanjikan Alloh dan Rasul-Nya.

Medan perang adalah medan pertaruhan antara hidup dan mati.

Kendati begitu para sahabat yang mendambakan mati syahid di medan perang, karena mereka yakin apapun yang terjadi pasti akan sangat menguntungkan mereka.

Sekiranya gugur di tangan musuh, surga Jannatu na’im telah siap menanti para hamba Alloh yang selalu siap berjihad fii sabilillaah. Sedangkan andaikata selamat dapat kembali kepada keluarga pun, pastilah dengan membawa kemenangan bagi Islam, agama yang haq!

Lalu, apa kaitannya dengan memenuhi seruan untuk bersedekah?

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; Sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji.

Artinya, Alloh yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat.

Masya Allah! Saudaraku.....,

Betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Alloh yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Alloh sendiri membuat perbandingan seperti dalam surat Al-Baqarah ayat 261.

Di bulan suci Ramadhan ini.

Saatnya membersihkan diri saudaraku....

Saatnya kita menabung, untuk hari akhirat yang pasti…..

Yaitu mensucikan diri dengan mengeluarkan zakat, Infaq dan Shodaqoh.

Sudahkah anda mengeluarkan sebagian rizki anda untuk zakat, Infaq dan Shodaqoh ?

Hidup di dunia ini adalah semata-mata menjalani ujian demi ujian, baik berupa kesenangan maupun berupa kesedihan.

Senang dan susah datang silih berganti.

Tidak ada manusia yang selama hidupnya senang terus atau susah terus-menerus sepanjang hayat.

Sesekali tersenyum, tertawa, sesekali juga sedih dan menangis.

Manusia seyogyanya sadar bahwa di manapun dia berada, kematian akan selalu mengintai

Semoga bapak\ibu mendapatkan berkah di bulan Ramadhan ini dan mendapatkan rizki melimpah yang halal.

Amin Ya Robbala'lamin.

Bagi bapak ibu yang diberikan rizki harta baik uang maupun benda, segeralah sedekahkan sebagian rizki tersebut kepada sesama.

Bagi bapak ibu yang mempunyai ilmu yang bermanfaat, segerala sedekahkan ilmu yang bermanfaat tersebut kepada sesama.

Bagi bapak ibu yang bisa bersedakah dengan tenaganya, segeralah berikan tenaga tersebut untuk membantu sesama.

Berdo'alah untuk kebaikan umat manusia, Insya Alloh, Alloh akan mengambulkan do'a kita.

Dan perbanyaklah silaturahim dengan siapapun.

Sebarkanlah kabar baik ini ke handai tolan dan masyarakat, Insya Alloh akan bermanfaat bagi sesama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar